Liputan Ramadhan: Shalat Teraweh 27 Agustus 2010

Pada hari jumat 27 Agustus 2010 shalat teraweh Forum Pengajian Jumat dilaksanakan di kediaman bapak Ali Maslichan. Sebelum shalat teraweh seperti biasanya didahului dengan ceramah, untuk malam ini yang memberikan ceramah adalah bapak ustadz Zulkarnaen. Beberapa hal yang disampaikan dalam ceramah tersebut antara lain adalah :

- Allah SWT selain memberikan banyak kabar gembira kepada manusia, juga memberikan banyak peringatan. Salah satu berita gembira untuk umat manusia/anak adam adalah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa manusia apabila bertaubat. Tetapi pada saat yang bersamaan Allah SWT juga memberikan peringatan kepada manusia bahwa iblis bersumpah akan membawa anak keturunan adam sebanyak mungkin masuk ke dalam neraka. Allah SWT juga memberi kabar gembira barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman kepada Allah SWT akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. Tetapi Allah SWT juga memberi peringatan betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.

- Diantara bulan ramadhan yang satu ke bulan ramadhan yang lain, jika manusia meninggalkan dosa-dosa besar yang dilarang Allah SWT, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukan manusia. Tetapi jika dosa-dosa besar dilakukan maka dosa-dosa kecil akan dilakukan perhitungan. Dengan kata lain bahwa ampunan Allah SWT mempunyai kondisi-kondisi yang harus dipenuhi, yaitu manusia dalam setiap langkah hidupnya harus memperhatikan HALAL dan HARAM.
- Orang berpuasa dikatagorikan dalam 3 katagori :
   1. Puasanya orang awam yang hanya mendapatkan rasa haus dan lapar, yaitu orang yang berpuasa   menjalankan yang wajib tetapi juga melakukan hal-hal yang haram.
   2. Puasanya orang pertengahan, yaitu orang yang berpuasa menjalankan yang wajib, meninggalkan yang haram, tidak menjalankan yang sunah, melakukan hal-hal yang makruh dan mubah.
   3. Puasanya orang yang setara dengan para sahabat, yaitu orang yang berpuasa menjalankan yang wajib, meninggalkan yang haram, menjalankan yang sunah, tidak melakukan hal-hal yang makruh dan mubah.

- Dalam bulan ramadhan pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Setan bisa berasal dari jenis jin dan manusia, jenis jin dibelenggu oleh Allah SWT, sedangkan setan dalam bentuk manusia dibelenggu oleh syariat Islam yang diterapkan oleh negara. Setan jenis manusia hanya bisa dibelenggu dengan tegaknya syariat Islam. Puasa di bulan Ramadhan akan mudah dan sempurna dilaksanakan oleh setiap individu umat Islam dengan tegaknya khilafah yang akan menerapkan syariat Islam.

- Saat ini umat Islam dalam kondisi tercerai berai. Umat Islam telah bersatu secara aqidah, misalnya bersyahadat yang sama, berpuasa di bulan Ramadhan dalam waktu yang sama, menjalankan shalat lima waktu dengan waktu dan cara yang sama. Umat Islam belum bersatu dalam bidang politik karena tidak ada satu kepemimpinan yang satu, yaitu dibawah institusi khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. (BPK)

8 comments:

Abu Gosok said...

AsWmWb Mantaaaabbbb pak Zul.jazakallah khaironkatsiron

Anonymous said...

jazakillah pak BPK cepat bgt di update..

BPK said...

Insya Allah kita update regular blog kita ini untuk sarana dakwah

abuAtha said...

Terima kasih mas utk up-datenya, semoga dari liputan yg meski singkat ini bisa menjadi masukan dan bahan utk didiskusikan buat ikhwan-akhwat...

Abu Gosok said...

AsWmWb,InsyaAllah ana mau minta izin kpd bapak koordntr dan wakilnya untuk mengajak para jamaatnya beritikaf di Masjid Turqi Mount Druit this Fri and saturday night at 2am sat morning and 2am sunday morning(kumpul jam 2.30am baca al quran kalau ada yg ingin berdiskusi silahkan jam 3am shalat malam terus makan sahur antara jam 4.15 atau jam 4am,yg berminat silahkan hub 0401747459

Anonymous said...

Aslmkm,Indahnya ramadhan..semua umat muslim bersatu dlm aqidah, semoga dihati umat juga punya kesatuan dlm visi dan misi untuk mewujudkan khilafah Islam, indahnya kebersamaan-kesampingkan egoisme kelompok, bersatu untuk mencapai kembali kejayaan Islam..amin (selamat berpuasa, maaf lahir batin)

AbuAtha said...

Wlkm slm wr wb.
Tafhadal Abu, insya Alloh akan kami umumkan jum'at ini ke jema'at FPJ. wasalam

Anonymous said...

Wahai kaum Muslimin, di hari yang penuh barakah ini, marilah kita buktikan bahwa Umat Nabi Muhammad Saw. belum sirna di negeri ini, dengan menegakkan syari’at Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan Negara. Marilah kita ikhlas dalam beragama, agar Allah menolong kita dalam urusan dunia.

Oleh karena itu, seruan untuk menegakkan kemanusiaan yang adil dan beradab, kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, di atas landasan Syari’at Islam; bukan saja untuk membebaskan manusia dari belenggu kemiskinan dan penindasan. Tetapi juga untuk membebaskan masyarakat dari ancaman pemurtadan, jeratan paham sesat, serta intervensi asing, yang kini terus meruntuhkan harga diri bangsa kita.

Umat Islam hendaknya bersatu padu melawan kezaliman, aliran sesat dan misi pemurtadan, dengan mengambil hikmah dari ibadah shalat berjamaah. Jika kita berada dalam shaf shalat berjamaah di masjid, lalu ada yang menyenggol atau menginjak kaki, kita tidak pernah marah. Kita juga tidak merasa perlu menanyakan dari negeri atau suku apa saudara Muslim disebelah kita. Sebab, setiap Muslim datang shalat jamaah mengharap keridhaan Allah semata-mata, maka dia rela berbagi, bertenggang rasa, dan saling menguatkan dengan saudara Muslim lainnya.
marilah kita memohon kepada Allah, agar diberi keselamatan dari segala keburukan, diberi kebaikan yang paling sempurna, kehidupan yang sejahtera, waktu yang paling bahagia. Semoga Allah Swt berkenan memperperbaiki amal-amal kita dan membersihkannya dari kesyirikan serta kemunafikan .
Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-bagikanlah kepada kami demi takut kepada-Mu apa yang kiranya dapat menghalang antara kami dan maksiat kepada-Mu; dan (bagi-bagikan juga kepada kami) demi ta’at kepada-Mu apa yang sekiranya dapat menyampaikan kami ke surga-Mu; dan (bagi-bagikan juga kepada kami) demi ta’at kepada-Mu; dan demi suatu keyakinan yang kiranya dapat meringankan beban musibah dunia kami. Ya Allah, ya Tuhan kami! Senangkanlah pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami dan kekuatan kami pada apa yang Engkau telah menghidupkan kami, dan jadikanlah ia sebagai warisan dari kami, dan jadikanlah pembelaan kami (memukul) orang-orang yang menzhalimi kami serta bantulah kami untuk menghadapi orang-orang yang memusuhi kami; dan jangan kiranya Engkau menjadikan musibah kami ini mengenai agama kami, jangan pula Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita kami yang paling besar, juga sebagai tujuan akhir dari ilmu pengetahuan kami; dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menaruh sayang kepada kami.